Dilarang Mendirikan Taman Kanak-Kanak Di Jerman

Nasional / 17 February 2011

Dilarang Mendirikan Taman Kanak-Kanak Di Jerman
daniel.tanamal Official Writer
6165

Strategi dan upaya pemerintah jerman untuk menganjurkan rakyat, terutama warga yang berusia produktif, agar mau punya anak dengan usulan mengizinkan seluruh anak-anak di Jerman berteriak dengan bebas bahkan akan dijamin oleh undang-undang baru ternyata bertentangan dengan aspirasi sekelompok warga berusia lanjut yang menginginkan sebaliknya.

Kelompok yang merupakan salah satu elemen pendukung kubu konservatif pimpinan Kanselir Angela Merkel ini justru ingin pemerintah melarang berdirinya taman kanak-kanak di wilayah pemukiman, karena sering mengeluarkan bunyi berisik.

Seperti dirilis kantor berita Associated Press, Rabu (16/2), pemerintah tengah menggulirkan rencana undang-undang di parlemen yang membolehkan anak-anak usia di bawah enam tahun bebas untuk tertawa, berteriak, dan bermain sebising mungkin. Artinya, tidak boleh ada yang melarang mereka untuk bertindak demikian.

Pemerintah Jerman dikenal sangat ketat dalam menerapkan undang-undang anti polusi suara. Contohnya, kegiatan pembangunan properti tidak boleh berlangsung sejak tengah hari selama empat jam. Selain itu, warga dilarang menyalakan mesin pemotong rumput setiap hari Minggu. Pengecualian peraturan itu akan diberlakukan bagi anak-anak di bawah enam tahun. 


 

Sumber : AP/DPT
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?